Archive

Archive for the ‘Dear Diary’ Category

Edisi Emansipasi

April 21, 2011 5 comments

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. ….” QS An-Nisa'(4):34

.

.

Emansipasi, kenapa sering dikaitkan dengan kebebasan seorang wanita untuk melakukan apa saja seperti halnya laki-laki, semuanya. Padahal secara fitrah memang Allah menciptakan laki-laki dan perempuan berbeda namun dengan hak-hak yang sama. Kalau diingat sejarah RA Kartini memperjuangkan emansipasi wanita adalah tuntutan akan pendidikan yang tidak diberikan kepada kaum wanita waktu itu. Tapi pada prakteknya sekarang, bukan hanya hak untuk belajar saja yang dituntut untuk disamakan. Semoga wanita Indonesia tidak kebablasan memahami dan menuntut emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini 🙂

Untuk perempuan Indonesia, Selamat hari kartini 🙂

Advertisements
Categories: berpikir, Dear Diary

Mohon Maaf Ya…

March 14, 2011 12 comments

Jumat, 11 Maret 2011 jam 07:24-an. Seperti biasa saya berangkat kerja bersama motor saya yg setia menemani.

Singkat cerita saya jatuh dari motor karena di’serempet’ motor lain. Alhamdulilah luka-luka ga parah, dan bisa pulih setelah selama wiken istirahat dan dipijet. Rasanya ada yg salah makanya sampai terjadi kejadian jumat itu. Bersama postingan ini saya ingin meminta maaf kepada semua teman-teman, saudara, semuanya yang pernah beririsan dengan saya, mungkin ada yang tidak berkenan selama ini. Mungkin saya ada salah-salah kata, perbuatan, semuanya yang kurang baik dan berkenan. Mohon diikhlaskan untuk dimaafkan.

Jadi kasian sama motor saya, si miu. Bulan ini sebetulnya adalah bulan terakhir cicilan motor saya, tapi kok ya nasibnya miu kurang baik. Maafkan aku juga ya miu, mendzolimimu. Padahal seminggu lalu saya baru aja posting poto miu yang masih sehat cuma ga terawat aja di FB…huhuhu. Sekarang jg blm sempet dibawa kebengkel si miu, blm dicuci juga, kasian bgt T_T

Jadi mohon maaf ya semuanya 🙂

Categories: Dear Diary Tags:

Rumahmu Jauh

December 30, 2010 4 comments

lirik lagunya Afgan – Rumahmu  Jauh

Dua bulan terakhir
Aku berada didekatmu
Semakin aku suka kamu

Mulai ku memberikan
Tanda-tanda ‘tuk menjelaskan isi hati
Tapi tiba-tiba aku jadi ragu

Reff:
Aku suka kamu tapi rumahmu jauh
Apakah ku sanggup menjalaninya
Aku suka kamu meski rumahmu jauh
Aku rela karena ku sayang kamu

Kita bisa mengatur waktu
bila kita bertemu
Cukup saja menelpon aku

Dengar suaramu ku senang
Tapi ku takut kau merasa sedih
Saat ku mengharapkan kau disisiku

Back to Reff:

Logika ku berkata tidak
‘tuk mengejar cintamu
Tapi ku takkan takkan pernah tahu
Sebelum ku mencoba

Back to Reff: 2x

 

*kira-kira sejauh apa ya??? hehehe

sumber

Categories: Dear Diary Tags: ,

Resolusi 2011?

December 27, 2010 3 comments

Sudah tanggal 27 Desember 2010, counting down to 2011. Hmm,, tahun 2010 sepertinya cepat berlalu tapi kalau diingat-ingat juga bukan tahun yang mudah dilewati. Banyak hal terjadi yang semuanya datang dan pergi meninggalkan pelajaran, hikmah atau mungkin juga cuma lewat tanpa saya bisa memaknai dengan benar semua proses dalam hidup saya payah.

Masih ingat saya awal tahun lalu, waktu itu banyak sekali dipikiran saya rencana-rencana, komitmen-komitmen kepada diri saya pribadi, atau biasa orang sebut resolusi yang saya pikirkan, saya tuliskan detailnya sampai 2 halaman lebih, dan pada akhirnya saya laksanakan sekuat tenaga. Walaupun pada akhirnya ada beberapa hal yang tidak bisa dilaksanakan karena keterbatasan saya, tapi setidaknya saya bisa memaksimalkan waktu selama 2010 ini untuk melakukan hal-hal yang saya anggap positif untuk diri saya hehehe..

Tahun 2011 sudah didepan mata, tapi kok masih belum ada ide untuk 2011 mau apa, kapan, bagaimana, dimana, siapa??? ga ada ide untuk dituliskan sebagai resolusi 2011 😦

Baru terpikir satu hal saja, 2011 harus punya KTP Surabaya, sudah hampir 3 tahun masih belum punya KTP juga hehehe

Kalau ada yang mau share resolusi 2011 saya siap nyontek, lho 😀

Categories: berpikir, Dear Diary Tags: ,

Alamat Blognya Bambang Pamungkas/BePe

December 9, 2010 22 comments

Beberapa hari ini kita rakyat Indonesia pastinya sedang seneng-senengnya menonton pertandingan AFF 2010, apalagi kalau bukan untuk mendukung Timnas Indonsia, Garuda. Mungkin juga yang awalnya biasa saja juga jadi seneng nonton karena kali ini kita dibuat bangga dengan kemenangan Timnas dalam 3 pertandingan. Timnas juga sedikit berbeda dengan banyaknya pemain-pemain baru, juga pemain naturalisasi. Terutama Irfan Bachdim yang “ujug-ujug” jadi bintang baru yang digandrungi cewek-cewek. Tapi saya disini tidak ingin membahas Irfan Bachdim karena jujur saya sih biasa saja melihat bintang muda satu ini 😀

Saya penggemar Timnas Indonesia! penggemar semua pemainnya, pokoknya Indonesianya :D. Itu jawaban saya ketika ada seorang teman bertanya kepada saya siapa pemain favorit di  Tinmas. Pertanyaan yang sama saja balik ajukan ke teman saya, dan jawabannya BePe alasannya karena menurut dia Bepe  cerdas,terlihat dari jawaban wawancara-wawancaranya  dan suka menulis juga. Wah kalau yang terakhir itu saya baru tau, jadi penasaran sama tulisan-tulisan Bepe. Tapi waktu tanya teman saya alamat blognya, eh teman saya malah menyarankan saya cari di google.

Setelah saya cari dangan kata kunci “bambang pamungkas blog”, walah banyak sekali blog-blog yang muncul yang kebanyakan adalah karena postingan mereka yang mencantumkan nama Bambang Pamungkas, tapi bukan blognya bepe. Saya ganti kata kunci tetap saja alamat-alamat yang bukan saya cari yang muncul. Akhirnya dapat alamat blognya bambang pamungkas setelah baca kaskus. Sebenarnya kalau kata kunci di google diganti menjadi bambang pamungkas official blog, langsung muncul link ke blog bepe yang sebenarnya. Tapi maunya yang gampang dan langsung ketemu aja kalau bisa 😀

webblog_bambangpamungkas

webblog_bambangpamungkas

Nah jadi biar gampang dan siapa tau ada yang mengalami hal seperti saya, kesulitan cari blognya bepe, jadi saya memutuskan untuk posting “Alamat Blognya Bambang Pamungkas/BePe” ini :D. Ini dia:

Read more…

TERPAKSA TURUN KE JALAN

December 2, 2010 4 comments

TERPAKSA TURUN KE JALAN

Hari ini aku terpaksa turun ke jalan

karena bangunan kesepahaman yang telah diikrarkan

mulai diputarbalikan dengan ucap dan tindak keangkuhan

aku, habis kesabaran …

Hari ini aku terpaksa turun  ke jalan

semata agar para penguasa negeri mengerti

semata agar para cendekia faham

bahwa

satu-satunya flag carrier telekomunikasi milik anak negeri

sedang dalam tahap bahaya !

Lihatlah Telkom telah dikoyak dan dikotak-kotak

karyawannya dibiarkan seperti kuli kontrak

Telkom telah ditodong dan dipotong-potong

lalu ditawarkan seperti goreng singkong !

edan tenan, …

Hari ini aku harus berteriak !

kesewenangan tidak boleh jadi panglima pengambil keputusan !

keserakahan tidak boleh jadi tiket jabatan !

kongkalikong tidak boleh dibiarkan menggonggong !

Aku bertaruh mengayuh peluh

mengajak saudara-saudaraku tetap teguh

tinggal kita satu-satunya penjaga harta negara

yang pernah kita bangun sampai pelosok nusantara

Ayoo !!!…

kita harus bergerak dan terus bergerak !

biarkan didih darah menyirami ubun-ubun

biarkan keringat dan airmata menjadi penawar dahaga

karena, jika sekali terlambat

menangis pun tidak ada gunanya…

Sekarang saatnya kita tunjukkan rasa cinta dan kebanggaan !

sekarang saatnya kita selamatkan perusahaan !

kita harus menjadi bagian sejarah

meskipun harus terluka dan berdarah !

Hari ini aku berduka, ….

kekonyolan dan kebodohan telah dipertontonkan

kemunafikan dan slintat-slintut menjadi komoditas

yang dikemas jadi proposal aksi korporasi

Aku tidak rela !

karena seribu seratus manusia bukan sejumlah angka

yang seenaknya bisa dihapus dan diapusi

kami adalah jiwa yang telah ikut serta berkarya

Aku tidak mau !

menjadi korban keputusan gila yang sia-sia

yang kelak Cuma sekedar tinggal cerita duka

seperti ribuan saudara yang tenggelam

direndam lumpur lapindo ….

Hari ini aku terpaksa turun ke jalan

biarlah matahari menjadi saksi

biarlah jalanan mencatat perjuangan

bahwa kita telah satu kata :

menjaga perusahaan dari kematian yang direncanakan…

.

SilangMonas, 30112011

anwar sutisna

.

Kebayang di tengah-tengah kerumunan rekan-rekan yang sedang menyuarakan pendapatnya dibacakan puisi ini, sayang saya ga bisa ikut. Semoga dikesempatan selanjutnya saya bisa ikut berjuang bersama rekan-rekan semua, ah tapi kalau bisa jangan ada kesempatan selanjutnya, dengan harapan aspirasi kita sudah bisa dimengerti, dipahami dan menjadi tujuan bersama untuk tetap Tolak Merger Flexi. Pokoke Flexi Tetep Telkom!!

*pak awenk saya ijin kopi puisinya, bagus 🙂


Categories: berpikir, Dear Diary

Tongseng Kambing

November 22, 2010 6 comments

Sebelum cuti kemaren iseng-iseng cari resep tongseng kambing. Rencananya mau masak tongseng, siapa tau dapet daging kurban :ngarep:. Alhamdulilah dapet juga daging kambingnya 😀

Ini nih resepnya dengan sedikit modifikasi 😀

Original Sumber Resep Tongseng Kambing
BAHAN:
500 gr daging kambing
100 gr kol, potong kasar
10 cm serai, memarkan
1 cm lengkuas, memarkan
4 lembar daun jeruk, remas2
3 buah cengkih -terpaksa ditiadakan krn dirumah ga ada-
500 ml air
250 santan encer
1/2 sdt merica
2 sdm kecap manis
1 buah tomat, belah2  -ditiadakan juga karena ga suka tomat-
10 buah cabe rawit merah, belah2  -ditiadakan juga karena ga terlalu suka pedes-
1 sdm gula pasir
garam seperlunya
2 sdm minyak sayur untuk menumis
bawang goreng untuk taburan

BUMBU HALUS:
4 siung bawang putih
4 siung bawang merah
3 butir kemiri
1 sdt ketumbar
1/2 sdt jintan
1 cm kunyit

CARA MEMBUAT:

1. Tumis bumbu halus sampe layu
2. Masukkan serai, lengkuas, daun jeruk, dan cengkih, aduk sampe harum
3. Masukkan daging kaming, aduk sampe berubah warna
4. Tambahkan air, merica, dan cabe rawit, didihkan sampe empuk dengan api sedang
5. Tambahkan santan, kecap manis, garam, kol, dan tomat, didihkan dan aduk sampe kol layu
6. Angkat, sajikan ditaburi bawang goreng

 

Resep diatas sudah diuji coba di dapur rumah saya. Rasanya lumayan, walaupun rasanya ada yang kurang 😀 -yang ini bukan krn resep tp mungkin krn yg masak masih ragu2 hehehe-. Jadinya dapet testimoni dari bapak juga lumayan, lumayan ga ada rasanya katanya, padahal bumbunya udah banyak banget kok ga ada rasanya T_T. Tetap semangat lah, sampe dapet testimoni enak dari bapak, tapi kapan pulang kampung lagi 😀

trial and error pertama 😀