Home > Dear Diary > oleh-oleh lebaran: Mbah Sugiyo

oleh-oleh lebaran: Mbah Sugiyo

Setiap lebaran pasti ada agenda silaturahmi ke seluruh anggota keluarga.  Alhamdulilah bapak ibu saya sehat semua. Saudara-saudara bapak ibu juga begitu. Orang tua bapak ibu atau kakek nenek saya cuma tinggal satu yaitu bapaknya ibu, kakek saya. Namanya Sugiyo, biasa cucu-cunya panggil Mbah Yo (huruf  ‘o’ nya dibaca seperti membaca kata ‘kotak’ bukan seperti kata ‘orang’). Kalau diartikan secara bahasa Jawa, arti nama mbah adalah semacam perintah supaya mbah bisa kaya, sugih= kaya. Ya mungkin kaya disini maksutnya luas, bukan cuma materi, tapi juga kaya hati🙂. Mbah sudah tidak sesehat dulu, jalan saja sudah susah. Dan ingatan juga mulai berkurang.

Setelah keliling-keliling silaturahmi dengan tetangga disekitar rumah kami sekeluarga langsung berangkat kerumah mbah, kebetulan rumah budhe-budhe dari keluarga ibu juga dekat dengan rumah mbah jadi sekalian. Sampai dirumah mbah ternyata pakde dan budhe yang serumah sama mbah sedang keluar keluar keliling ke tetangga-tetangga jadinya si mbah dijagain sama budha satunya lagi, sambil nungguin mbah makan. Mbah sudah ga punya gigi tapi makannya tetep banyak kata budhe, hehehe kok bisa ya?? Sambil makan mbah cuma ngeliatin kanan kiri, yang banyak ngomong budhe sama ibu bapak. Aku lucu aja ngeliatin si mbah, ditawarin minum susu ga mau, giliran ditanyain mau kopi? langsung deh bilang iya. Mbah Yo lagi makan Pas ditanya-tanya juga kemaren puasa ga ramadhan, jawabnya pasti puasa, padahal ga puasa sama sekali, lucu pokoknya. Tapi waktu budhe nanya “iki sopo?” sambil nunjuk ke aku, mbah jawabnya “ga ngerti, sopo ya?” huaaa langsung ga bisa nahan air mata, ini ga lucu sama sekali ga lucu , aku dilupakan. Semakin sedih lagi waktu budhe mengajukan pertanyaan yang sama tapi sambil nunjuk adik saya yang duduknya jauh dibelakang mbah. Eh mbah malah jawab dengan benar “Bintoro”. Ternyata mbah inget sama adik, sama bapak, ibu, budhe, lah sama aku lupa T_T. Dirumah budhe malah jadi olok-olokan karena mbah lupa sama aku, tambah pengen nangis :((( .  Tapi biarlah, memang memori si mbah sudah tidak setajam dulu, nikmat-nikmatnya sudah dikurangi, harus dimaklumi. Ya Allah lindungilah mbah Yo, berikanlah selalu kesehatan padaNya, ampunilah dan sayangilah dia ya Allah, amin

*Oh iya mumpung masih bulan Syawal saya juga mau minta maaf  kepada semua teman-teman yang suka membaca atau  sekedar mampir lihat-lihat saja blog saya ini. Mohon dimaafkan kalau selama ini banyak salah. Semoga kedepannya bisa lebih baik dalam menulis dalam mengungkapkan isi hati, pikiran🙂

Categories: Dear Diary Tags:
  1. October 1, 2010 at 10:26 pm

    buat aku mana Jajannya…dari Lumajang…

    • wulanekadalu
      October 4, 2010 at 9:32 am

      yang jual jajan belum buka😛

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: