Home > berpikir, Dear Diary > Rejeki Hujan

Rejeki Hujan

Hujan itu rejeki, jadi ga boleh menyesali kalau hujan turun, setidaknya begitu kata orang-orang tua. Ya, hujan memang membawa rejeki. Pak tani yang mengairi sawah dengan air hujan pasti sangat bersyukur saat hujan datang. Dikota-kota besar hujan juga bisa membawa rejeki untuk para ojek payung. Bagi pengguna motor pasti butuh jas hujan, dan ini juga membawa rejeki untuk penjual jas hujan. Mungkin juga bagi yang lainnya.

Surabaya 2 hari terakhir sejak saya balik diguyur hujan, walaupun tidak separah di Jakarta yang mengalami hujan deras sampai banjir atau di Denpasar yang hujan mengalami sampai 7 jam tanpa henti yang membuat rekan kerja saya di daerah sana cuma bisa berdoa agar network tetap aman. Senin kemarin saya juga kehujanan, ba’da isya saya dengan keluar kosan naik motor. Karena hujan sebelumnya sudah reda saya tidak pakai jas hujan dari rumah, kan aneh klo pake jas hujan padahal ga hujan. Sampai di depan Graha Wismilak rasanya ada rintik-rintik air hujan, tapi diabaikan saja. Tapi lama-lama kok berasa deres ya, saya buka kaca helm, wah ternyata lumayan deras bahkan dijalan-jalan banyak pengendara motor yang berhenti, saya lanjut saja karena tempat tujuan sudah dekat. Sampai ditempat tujuan jaket saya sudah basah kuyup merembes samapai dalam, untuk rok basah cuma dikit. Lumayan kedinginan hampir 2 jam. Tapi jadinya berpikir, perjalanan saya cuma menempuh beberapa kilometer saja, kira-kira 15 menit dari kosan tapi kalau bukan karena Allah siapa yang bisa membuat disatu sisi hujan dan disisi lain tidak hujan. Seperti rejeki yang Allah berikan kepada kita, satu dengan yang lain berbeda-beda. Hari ini saya disini, mengabdi dan mencari rejeki disini siapa yang tahu kalau besok saya sudah ada ditempat lain. Bahkan mungkin rejekinya juga daripintu yang berbeda dari sekarang. Hanya Allah yang bisa, Allah Sang Maha Pemberi, Maha Pemberi rejeki.

Berdoa semoga diberikan keberkahan dari semua yang Allah berikan kepadaku, juga keikhlasan untuk menerima semuanya yang terbaik yang datang dariNya, amin

terteduh saat kehujanan dimalang

Categories: berpikir, Dear Diary Tags: ,
  1. anung
    September 25, 2010 at 5:41 am

    iya setuju mbak, hujan itu rezeki dari Allah nggak boleh disesali apalagi dimaki. makanya di zaman rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah terjdi hujan yang sangat lebat sampe banjir, Rasulullah nggak berdoa kepada Allah agar menghentikan hujan, akan tetapi berdoa agar mengalihkan hujannya. Rasulullah berdoa: ..اللهم حوالينا ولا علينا
    “Ya Allah jatuhkanlah hujan di sekitar kami jangan kepada kami…”(HR.Bukhari Muslim)

    • wulanekadalu
      September 27, 2010 at 7:57 am

      wah ini doa buat yg biasanya lagi punya gawe tapi kepinginnya ga hujan gitu kali ya,,hmm, boleh boleh🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: