Home > corat-coret > Mau Ibadah? lakukan sekarang!

Mau Ibadah? lakukan sekarang!

Seorang ustadz bercerita bahwa suatu ketika ada seorang sebut saja namanya Ahmad yang sedang berada dalam masjid dan hendak sholat. Sebelum sholat dimulai ada kotak infaq yang berkeliling berjalan dari jamaah satu ke yang lain sampai kepada tangannya. Waktu itu Ahmad ingin berinfaq dan memasukkan uang infaqnga pada kotak infaq yang ternyata transparan. Namun Ahmad mengurungkan niatnya karena dia tidak ingin menjadi riya’ karena akan terlihat oleh jamaah lain bahwa dia berinfaq dan mungkin juga akan terlihat berapa besar dia berinfaq. Ahmad berniat akan menginfaqkan uangnya pada kotak infaq besar yang tidak transparan dan berada dihalaman luar masjid. Niat Ahmad untuk tidak menjadi riya’ sekilas adalah suatu niatan yang baik namun tanpa disadarinya saat dia menunda untuk melakukan hal itu, disitu ada peranan setan. Dan saat setan berhasil membuatnya gagal berinfaq, maka dia akan mengerahkan bala bantuan dari setan yang lain agar saat Ahmad melangkahkan kaki ke kotak infaq didepan masjid malah gagal total. Siapa yang tahu kalau Ahmad akhirnya berinfaq di kotak amal depan. Mungkin saat perjalanan menuju kesana pikirannya sudah dimasuki oleh setan dengan pikiran-pikiran lain yang bisa membuatnya mengurungkan niatnya.

Hmm,,,saya sebetulnya agak kurang mengerti apa maksut teman saya bercerita tentang hal ini kepada saya. Ternyata cerita ini diceritakan oleh si ustadz karena pernyataan teman saya sendiri. Dia adalah seorang teman yang sudah cukup umur untuk menikah, sudah mapan bahkan sangat mapan untuk menikah, keluarga juga sudah siap, bahkan beberapa orang sudah menyatakan niat baik untuk menjalin hubungan menuju hal yang serius yakni pernikahan. Tapi entah kenapa dia selalu ragu untuk menikah, dia berdalih kalau selama ini dia merasa kurang baik sehingga merasa bahwa orang-orang yang mendekat dan ada disekitarnya adalah orang-orang yang kurang baik pula. Dia percaya karena dalam Al Quran Surah 24 (An Nur) ayat 26 disebutkan

“Wanita-wanita yang keji diperuntukkan bagi laki-laki yang keji. Laki-laki yang keji diperuntukkan bagi wanita yang keji. Dan wanita-wanita yang baik diperuntukkan bagi laki-laki yang baik. Laki-laki yang baik diperuntukkan bagi wanita yang baik…” (QS An-Nuur: 26).

Setelah panjang lebar dia bercerita kepada ustadz dan sudah dijawab dengan cerita diatas oleh ustadz si ustadz bertany,

Kalau kamu memang merasa menjadi orang yang kurang baik, apakah kamu berusaha untuk menjadi baik? lalu kapan kamu menjadi orang baik?

Teman saya jadi berpikir, apakah yang selama ini dilakukan sudah cukup untuk membuat dirinya menjadi orang baik. Atau usahanya untuk jadi orang baik masih kurang, belum maksimal. Lantas kapan akhirnya bisa menjadi orang baik? 1 bulan lagi? 1 tahun lagi? 2 tahun lagi? bahkan tidak ada yang tahu apakah kita ini sudah baik atau belum. Akhirnya si ustadz memberikan opsi sebagai jalan keluar. Jika memang sudah bertekad untuk menjadi orang yang baik setidaknya lebih baik dari sekarang harus dipasang target kapan batas waktu nya? sehingga saat itu memutuskan bahwa perjuangan untuk jadi orang baik cukup sebagai bekal menjalin hubungan dengan seseorang yang insyaAllah akan baik juga. Tentunya sambil terus memperbaiki diri untuk selalu menjadi orang baik dimata Allah pastinya🙂

Dikhawatirkan pikiran-pikiran yang muncul seperti itu adalah dari setan, karena niatan untuk menikah adalah jelas untuk beribadah. Sama seperti cerita Ahmad yang tidak jadi berinfaq karena khawatir akan riya’

Semoga teman saya bisa memaknai cerita itu selalu, dan menjauhkan pikiran bahwa semua orang yang berada disekitarnya adalah orang-orang yang kurang baik. Saat ini teman saya sedang berusaha untuk membuka hati dan menjalin komunikasi dengan seseorang yang memiliki niat baik untuk menjalin hubungan yang serius dan insyaAllah akan menuju pernikahan. Semoga selalu diberikan yang terbaik teman, aku disini menunggu kabar baik🙂
*hikmah dari cerita seorang teman, terimakasih atas sharingnya, sangat menginspirasi ^^

Categories: corat-coret Tags: ,
  1. anung
    September 1, 2010 at 11:28 pm

    siip mbak, artikel yang bagus barakallahu fiik..

  2. wulanekadalu
    September 2, 2010 at 8:37 am

    terimakasih🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: