Home > informasi > Ranu Kumbolo i’m in love

Ranu Kumbolo i’m in love

Holiday Camp 3-5 Juli 2010 diselenggarakan oleh teman-teman PAS(Pecinta Alam Semeru) Senduro dan diikuti oleh kira-kira 29 peserta dari berbagai usia.Perjalanan dimulai dari depan Gang Duladi Senduro, markas PAS, dengan mengendarai 2 angkutan:

1. Pickup untuk barang, tas-tas semua peserta, dari mulai tas backpack, tas laptop punya saya, sampai tas carrier yang kapasitasnya berapa liter saya kurang paham ada semua. Ditambah sedikit pemunpang dibak belakang untuk menjaga tas tadi juga penumpang ditempat sopir depan yang lega dan pastinya tidak pake angin, spesial buat saya :))

2. Truk untuk sisa penumpang yang lain.

Kami berangkat dari senduro kira-kira pukul 09.00 WIB, perjalanan 32 km menuju Ranu Pani kami tempuh dalam waktu 1,5 samapai 2 jam.

Sampai Rabu Pani, ketua rombongan kami (baca: Cak Yo) mendaftarkan kami semua untuk perijinan mendaki. Persyaratan pendakian ke Semeru sekarang katanya lebih ribet daripada sebelumnya. Saya sempat sekilas membaca, harus ada surat keterangan dokter selain itu juga biaya administrasi sebesar Rp 5000/orang. Oya untuk pendakian yang diijinkan adalah sampai pos Kalimati. Selebihnya untuk pendakian ke puncak Semeru tidak disarankan dan diluar tanggung jawab TN BTS (Taman Nasional BromoTenggerSemeru) jika ada masalah yang terjadi. Waktu untuk pendaftaran administrasi tidak terlalu lama, mungkin juga karena Cakyo sudah banyak kenal orang-orang disana jadi lebih dimudahkan walaupun kita tidak ada satupu yang bawa surat keterangan dokter😀

@Ranu Pani, ijin dulu

Pukul 11.30 WIB kami sudah berada tepat didepan gerbang pendakian, bersiap untuk pendakian, tidak lupa berdoa terlebih dahulu. Ada juda sedikit pengarahan dari pak Ketua agar saat dijalan nanti kami berjalan berkelompok, paling tidak ada 4 orang berjalan bersama, hal ini untuk menghindari adanya yang tersesat atau apalah jadi kan ada temennya. Selain itu juga kecepatan berjalan setiap orang memang berbeda jadi disaran pelan-pelan/ normal saya, tidak perlu cepet-cepet. Perkiraan waktu berjalan dari pos nol-Ranu Kumbolo adalah 4 jam dengan jarak tempuh 7 km, ini dengan kecepatan jalan biasa dan cendurung pelan. Oke perjalanan kami dimulai, tak lupa poto dulu sebelum berangkat. Bunciiiiiiiiiiiiiiiiiissssssssss😀

goes to Ranu Kumbolo

Perjalanan kami sudah dimulai, dengan persiapan fisik yang minim saya hanya bisa berdoa supaya diberikan kekuatan sampai rumah kembali. Dalam perjalan kami bisa bersitirahat di pos-pos yang tersedia, atau bisa aja berhenti seenaknya kalau sedang capek banget, asalkan kalau ada pendaki lain yang mau lewat kita berikan jalan, utamakan yang tasnya berat😀. Kira-kira estimasi waktu yang saya ingat seperti ini:

11.30 berangkat dari pos nol/gerbang pendakian setelah mengurusi perijinan di Ranu Pani

12:30 istirahat di pos 1, jalanan masih bagus(paving), istirahat kurang lebih 1 jam, sebenarnya ini terlalu lama, tapi disini saya masih menunggu sampai rombongan lengkap, kemudian jalan lagi jam 13:30

14:00 sampai pos 2, lagi-lagi istirahatnya kelamaan, kali ini istirahat 30 menit, sekalian makan besar. 14:30 berangkat lagi

15:00 sampai pos 3, melihat tanjakan yang katanya panjangnya 12 meter tapi kira-kira menanjak 60 derajat lah, sambil mempersiapkan mental, saya tidak berlama-lama di pos ini. kira-kira 15 menit saya jalan lagi.

15:40 sampai di pos 4, dari situ sudah bisa dilihat Kumbolo dari atas, wah rasanya seneeeng, sulit ditulis dengan kata-kata, seperti ada yang meloncat-loncat dihati kegirangan. tak lupa poto-poto, tapi tidak berlama-lama juga, karena dilihat dari atas kok sepertinya masih sangat jauh menuju camp dibawah, jadi saya dkk pun bergegas

16:50 sampai di pos tujuan, Ranu Kumbolo, langsung merebahkan badan dipadang rumput yang masih kosong, alias masih belum ada tenda-tendanya. karena saat kali sampai ada beberapa rombongan ada disana.

18:00 full team baru sampai, karena perlengkapan tenda dll dibawakan oleh Cak Yo yang merupakan penyapu rombongan maka kami yang datang duluan harus menunggu dengan sedikit cemas karena langit sudah menjadi gelap.

Ranu Kumbolo dilihat dari pos 4Semua sudah datang, makan malam pertama sementara dengan bekal masing-masing dari rumah, ada juga yang bikin mie karena bekalnya sudah habis. Saya sudah makan pas datang di Kumbolo dengan bekal dari rumah, sudah cukup membuat saya tidur nyenyak. Oya waktu menunggu rombongan terakhir datang bintang-bintang sudah mulai muncul, entah kenapa langit Kumbolo terasa lebih gelap daripada dirumah.

Beberapa hal yang dilakukan saat di Kumbolo adalah

Memasak, wah ini mah wajib. Tapi jangan khawatir karena ikut rombongan anak-anak PAS dijamin tidak akan makan mie. Mie itu dimakan untuk komsumsi pribadi, waktu laper sendiri. Kalau untuk makan panitia sudah menyiapkan banyak makanan, peralatan juga lengkap. Tabung gas 3 kilo bawa 2 biji, tabung gas yang kecil-kecil itu bawa 15, makanan lengkap lah pokoknya. ini nih menu kita

Hari pertama,

camilan pagi hari -> pisang goreng, tape goreng, bikin teh/kopi tergantung selera

sarapan -> tempe goreng, ikan asin, sayur sop plus bakso, sambel

makan siang -> tempe lagi, pecel, masih sayur sop, sambel dkk

camilan sore -> anglse, ada yang ga tau anglse? angsle itu semacam kolak tapi isinya macem-macem diantaranya kacang ijo, mutiara, roti, nutrijel ijo jangan lupa kuahnya dari santan ya, maknyus banget ini setelah  perjalanan saya ke Kalimati yang melelahkan, nanti lah saya ceritain lagi😛

makan malam -> bakso bikinan Panji, sang penjual bakso kita

camilan malam -> roti bakar plus kopi nescafe yg pake krim, enak, tidur langsung tambah nyenyak dibanding hari pertama

Hari Kedua,

sarapan -> tempe goreng, ikan asin, semur tahu, sayur sop (ini baru masak krn masih ada sayur yang sisa), sarden. camilannay ga ada, cuma minum teh anget aja, abis itu kita langsung prepare beres-beres buat pulang

Pokoknya mah disini ga mungkin kepalaran, prinsipnya dari pada kurang lebih baik kebanyakan, kalau digunung gmn coba kalau ada yang kurang. Oya sebelum berangkat juga diterima ide-ide menu gokil, tinggal bilang aja ke panitia, insyaAllah disiapin. Trust me they’re (PAS .red) pro bro😀

sarapan hari pertama @KumboloHemm, mau cerita apa lagi yak. Oya untuk tempat solat tidak ada tempat khusus, jadi ya solatnya di tempat masing-masing tinggal keinginan untuk solat aja. Keadaan di KUmbolo memang dingin, apalagi sore menjelang malam dan bahkan lebih dingin malam hari, tapi ini bukan alasan untuk meninggalkan solat kan? kebetulan saya sedang tidak solat jadi saya cuma sebagai pengingat adik saya biar solat, terutama subuhnya. Alhamdulilah ga ada yang bolong walaupun pagi-pagi dinggggiiiiiiin banget😀

Satu lagi, masalah MCK, lebih tepatnya CK aja deh. Sampai Kumbolo karena kebelet dingin jadinya kebelet pipis. Tapi pipis dimana ya? ya pagi di tenda kamidisemak-semak katanya, yah saya emang sudah tahu cuma kok masih ragu-ragu gitu. Akhirnya malam-malam udah gelap, dengan ditemani adik pipis juga disemak-semak, tak lupa ambil air Kumbolo dulu dibotol. Oya kalau mau BAB kita harus ngeruk dulu, jadi ga boleh sembarangan!! tempatnya juga sudah tertentu, di pojok-pojokan arah kiri dari tempat perkemahan, kalau yang kanan itu khusus untuk ngembil air, cuci muka dll. Awalnya saya mau “ngempet ” aja tidak usah BAB sampai pulang kerumah, tapi apa daya perut sudah tidak kuat menahan, akhirnya pagi-pagi sekali dengan dibantu adik buat ngeruk tanah akhirnyaaa keluar juga. Beruntung ada adikku, yang nganterin kemana-mana. Ditungguin walopun jauh-jauh gpp deh, lega :malu:

Perjalan pulang ditempuh jauh lebih cepat daripada kita berangkat, mungkin karena faktor jalan yang menurun terus jadi tidak gampang capek. Tapi ini malah jadi musibah buat kaki saya, sebenarnya sudah merasakan kaki ga enak sejak mau berangkat pulang tapi pas dibuat jalan kok gpp, ya udah lanjut terus. Sampai dari pos 1 ke bawah kaki kanan saya sudah tidak bisa kompromi lagi, tiba-tiba jadi kaku dan ga bisa digerakin. Dengan bantuan tongkat yang setia menemani saya akhirnya saya sampai juga di Ranu Pani dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam, padahal naik aja 1 jam😆

Tapi itu semua tidak membuat saya kapok, benar-benar tidak kapok. Besoknya saya berangkat ke Surabaya, melihat pemandangan hijau-hijau dijalan saya sudah kangen Ranu Kumbolo. Saat disana merasa damai, tentram dan senaaaaaang kalau malem banyak bintang. Jam 18:30 aja bintangnya sudah banyak, sukaaaaa. Apalagi jam 20:00 sepertinya semua bintang bisa saya lihat. Subhanallah, luar biasa. Terakhir saya lihat bintang yang begitu banyak adalah di Gili Terawangan Lombok, tapi disini berbeda.

tenda-tenda kami

Feel digunung sangat berbeda dengan feel di pantai. Kalau dipantai semuanya serba ada, malah kesannya mahal dan mewah, digunung semuanya apa adanya, minimalis, minum aja air Kumbolo langsung tanpa dimasak , tapi segeer. Disini juga berasa lebih dekat aja sama langit, mungkin ini jarak terdekatku dengan langit selama ini naik pesawat nda diitung yak. Lain kali ke Kumbolo saya olahraga dulu deh biar ga kaku kakinya. Salut juga sama keluarganya mbak Sih, yang niat ikut bersama 2 anaknya, yang paling kecil kalau saya tidak salah SD kelas3, eh apa 2 ya? lupa. Waktu saya tanya kok liburannya malah ke Kumbolo, katanya biar mindsetnya anak-anaknya bukannya liburan itu ke kota, mall yang menghabiskan uang banyak. Betul sekali, masing-masing peserta disini cukup membayar Rp 50.000 untuk perjalanan dan makan selama dsana.

Pokokna mah i’m in love with Kumbolo aja, dibalik hutan dan gunung bisa menemukan keindahan Kumbolo sungguh menjadi obat yang ampuh buat capek yang dirasa selama perjalanan, walaupun tetep capek😀

view Kumbolo dari bukit cinta

Categories: informasi Tags: , ,
  1. July 15, 2010 at 9:39 am

    Pokok e mak nyus……………………………….

  2. rizal
    July 15, 2010 at 4:40 pm

    hmmmmm……. bagos bagos….. kapan kesana lagi???

    • wulanekadalu
      July 19, 2010 at 8:11 am

      kapan-kapan wis, menunggu waktu yang tepat untuk cuti lagi om

  3. eka
    July 15, 2010 at 10:52 pm

    wiihh,..bagus pemandangannya,…

    • wulanekadalu
      July 19, 2010 at 8:12 am

      bagus banget sayang kameranya kurang bagus jd gambarnya tidak ter-capture dg bagus, tapi cukup di-capture dalam ingatan🙂

  4. July 19, 2010 at 8:21 am

    gini sekarang ga ajak2😛

    • wulanekadalu
      July 19, 2010 at 8:35 am

      😛 juga

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: