Home > resensi > The Messenger

The Messenger

Sebenernya dah lama sih baca bukunya. Mungkin pertama kali yang terlintas dipikiran kita saat melihat novel ini adalah “apanya Yahoo! Messenger ya?” Yup, bener banget, novel 192 halaman ini memang bercerita tentang dua orang cowok dan cewek yang bertemu didunia maya, tepatnya melalui chatroom di Yahoo! Messenger. Novel ini unik karena ditulis oleh empat orang –JaF-Tuteh-Sa-Uyet-yang juga ketemu di alam cyber dan ga pernah ketemu satu sama lain. Di sebuah forum online di http://www.blogfam.com yang memungkinkan tiap anggotanya untuk berkreasi. Nah uniknya lagi novel ini dikerjakan secara estafet. Sama dengan estafet di dunia olahraga, sambung menyambung ditulis orang-orang yang berbeda. Tapi waktu baca rasanya ngalir banget, ga terlihat klo itu ditulis oleh empat orang yang berbeda dan pastinya beda karekter.
OK, now we start to the story. Ada seorang cowok, online dengan nama Mpus_imut70 real name Rana(35/m/jkt), dan cewek yang connect to Yahoo! Messenger as Lelakikelam, nama asli Sofie(30/f/jkt). Tapi selama mereka berdua chat mereka bertukar peran, yang cewek jadi cowok dan sebaliknya. Sampai suatu saat Lelakikelam ngajak Mpus_imut70 ktemuan di dunia nyata. Duh ini bikin Rana bingung, sampai akhirnya dia ada ide untuk bayar cewek untuk gantiin dia ktemuan sama Lelakikelam. Tepat pada waktu yang dijanjikan si cewek bayaran yang bernama Lili udah duduk manis di salah satu meja di café Tortila, sementara Rana mengamati dari jauh setiap orang yang keluar masuk café, karena sesuai perjanjian Lelakikelam hanya akan melihat dari jauh Mpus_imut70, bukan untuk ktemuan. Tapi setelah sekian lama kok ga ada tampang cowok yang mungkin adalah Lelakikelam. Dimana ya??? yak biar seru baca sendiri aj deh. segar n menghibur kok..OK

taken from http://ekadalu.blog.friendster.com/, blog lama hihi

Categories: resensi Tags:
  1. April 6, 2010 at 11:19 am

    wew,endingnya jadi bikin penasaran, kyk kopdar penuh misteri,hi hi hi😀

    • wulanekadalu
      April 6, 2010 at 11:28 am

      walah kopdar emang penuh misteri akhirnya penuh penyesalan
      *kapok kopdar aku pak😦

      • April 7, 2010 at 11:16 am

        lha?berarti dah pernah pengalaman kopdar brapa kali bu?
        tp endingnya ga diculik tho bu?hehehe, kyk di berita2 di tipi ajah, hihihi *peace

      • wulanekadalu
        April 7, 2010 at 11:35 am

        sekali pak, kapok dah, untung nda diculik aku huehehe

  2. April 6, 2010 at 10:11 pm

    minjeeemm..

    di gramed keknya udah ga ada

    • wulanekadalu
      April 7, 2010 at 7:55 am

      wekeke dulu aku jg minjem itu, maklum dulu kan jaman2 kuliah, minjem is the best gitu loh. Keknya emang udah ga ada, kan udah lama bgt itu buku 2007 ato 2008 lah hehe

  3. kartikarahmawati
    April 9, 2010 at 12:40 pm

    Aku kayaknya pernah denger nie buku.. klo ga salah pinjem di tetangga kosan belakang ya bu… tapi aku blum sempet baca nie buku… hehhe

    • wulanekadalu
      April 9, 2010 at 2:26 pm

      ya iya lah dtetangga sebelah, kan perpustakaannya dsini tu, baca gratis hehe
      aku tau knapa blm sempet,,krn sibuk to,,ckckck dr dulu emang soksibuk😛

  4. April 9, 2010 at 4:46 pm

    endingnya seperti sinetron……….😀
    bikin penasaran……..

    • wulanekadalu
      April 9, 2010 at 4:49 pm

      jiah, sinetron kan udah ketebak endingnye pak

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: