Home > resensi > My Name Is Khan

My Name Is Khan

Sudah 4 bulan saya ga nonton film di bioskop, dan untuk liat satu film ini juga nonton dikosan aja, minta tolong temen-temen kantor untuk downloadin😀
Film India selalu menarik untuk dtonton kalau yang pemainnya shah rukh khan, apalagi dipasangkan sama kajol, kok kayaknya pas banget
Sebelum nonton film ini cuma satu yang saya tahu, pokoknya nanti shah rukh khan jadi orang autis. jadi begini ceritanya

Rizvan Khan (shah rukh khan), muslim, dilahirkan sebagai orang autis, tapi dia seorang autis yang pandai, dia punya bakat untuk memperbaiki hampir setiap peralatan. tapi walaupun begitu dia, seperti orang autis pada umumnya dia mengidap suatu sindrom, lupa namanya, tapi kalau dia mendengar suara bising dan melihat warna kuning dia akan kehilangan kendali, seperti ketakutan tapi jadinya kelihatan marah-marah, padahal tidak. Risvan punya seorang adik yang normal tp sering iri krn ibunya lebih memperhatikan rizvan
suatu saat adiknya rizvan mendapat beasisiwa ke America dan memutuskan meninggalkan ibu dan kakaknya untuk belajar disanan, sekaligus menikah dan bekerja disana. Sampai suatu saat ibunya meninggal, akhirnya Rizvan diboyong ke America. Adik ipar Rizvan adalah dosen psikologi, jadi mengerti betul dengan orang autis dan ini menjadikan Rizvan nyaman berada di tempat barunya itu.
Rizvan juga bekerja di perusahaan kosmetik milik adiknya sebagai sales yang harus menjual produk mereka ke salon-salon.
Seiring pekerjaannya Rizvan bertemu Mandira (Kajol) disalah satu salon. Akhirnya dia ingin mengajak Mandira menikah, ternyata Rizvan bisa jatuh cinta, dan tidak ditolak alias diterima oleh Mandira setelah Rizvan berhasil menunjukkan satu pemandangan atau tempat yang belum diketahui Mandira.
Mandira ternyata sudah mempunyai anak, tapi itu tidak menjadi masalah karena anaknya jg bisa menyayangi Rizvan.

Sampai suatu hari kejadian WTC, 9/11, terjadi dan sejak saat itu posisi Muslim di America sedikit terpojok. Karena kejadian 9/11 disebutkan adalah tindakan teroris, alqaeda dsb. Rizvan sebagi orang Muslim, dan Kajol sebagai Hindu mengalami kesulitan hidup sejak saat itu. Sampai-sampai putra mereka menghadap Tuhan karena perkelahian dengan teman sekolahnya. Sejak kejadian 9/11 putra mereka dikucilkan dari pergaulan di sekolahnya karena dia adalah anak dari seorang Muslim. Polisi mengatakan kejadian itu adalah pembunuhan, namun tidak ada saksi mata dan yang tahu mengenai kejadian itu.

Mandira gelap mata dan mulai menyalahkan Rizvan dan keputusannya untuk menikah dengan seorang Muslim. Mandira marah, marah kepada Rizvan sampai mengusir dia dari kehidupannya. Tapi apa yang dikatakan RIzvan, kalau dia pergi kapan dia boleh kembali? Mandira menjawab, setelah dia bertemu dengan presiden dan mengatakan pada presiden, “Mr. Presiden, my name is Khan anda i’m not a terrorist”.  Mandira mungkin tidak serius dengan ucapannya tapi itu sudah menjadi tujuan Rizvan selanjutnya agar Mandira kembali mencintainya. Sementara Mandira sibuk mencari keadilan, perjalanan Rizvan menuju Presiden terus berjalan🙂

Categories: resensi Tags:
  1. March 12, 2010 at 3:17 pm

    film ini ga ada joged2 di antara pohon buat katakan cinta kan?

    heheheh

    • wulanekadalu
      March 12, 2010 at 3:35 pm

      ga ada om, tp kan biasanya situ suka yang ada joget2nyah😛

  2. March 16, 2010 at 10:16 pm

    film yang panjang….

    • wulanekadalu
      January 2, 2011 at 8:48 am

      maklum india om😀

  3. nanang
    January 1, 2011 at 11:07 am

    lumayan mengharukan.,!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: