Home > Uncategorized > “Aku [juga] kangen” bapak

“Aku [juga] kangen” bapak

Suatu pagi tanggal 19 januari 2010, jam 05:00 WIB saat masih duduk diatas sajdah membaca doa pagi Al Matsurat terdengar bunyi sms masuk di HP GSM ku, pasti Uli, sodariku satu ini sedang ulang tahun di tanggal 19 Jan ini.

Selamat Ulang Tahun bu Uli semoga semakin dewasa, menjadi lebih baik dengan berkurangnya sifat-sifat jelek. Semakin pandai bersyukur, pandai menjaga diri. Dan mengutip salah satu teman katanya hidup lebih berkah dengn menikah, semoga bisa dimudahkan dalam jalan mencari jodoh untuk dunia dan akhirat. amin

Dari pagi aku bangun sudah aku telpon tp blm ada jawaban, jadinya aku sms aja deh. pasti balesan dari Uli. Tar aja deh lanjut dulu doa-nya.Lanjut..

Selesai baca Al MAtsurat aku langsung sambar HP GSMku.

Satu SMS dengan dua kata dari orang yang sangat aku sayangi, bapak

“Aku kangen”

Serata merta aku tidak bisa menahan tangis, aku juga kangen sama bapak,sama ibu, sama mas bin,  aku kesepian disini, seperti tidak ada yang memperhatikan, seperti hidup sendirian, hanya dengan teman-teman. Untunglah selalu ada Allah yang menguatkanku. aku tetap bisa berkeluh kesah denganNya.

Aku mau pulang tapi aku takut, takut bapak ibu masih marah, takut bapak ibu belum memaafkan, takut tidak bisa mengontrol emosi lagi waktu dirumah, takut mengecewakan lagi, takut menghadapi semua kenyataan ini kalau semuanya sudah terlanjur terjadi.

Mungkin semua itu salah

Karena bapak ibu tidak pernah marah padaku, bapak ibu sudah memaafkan aku, bapak ibu tidak pernah kecewa dengan semua sikapku. Ini semua memang jalan hidup menuju pendewasaan. Pendewasaanku sebagai anak dan mungkin juga pendewasaan bapak ibu sebagai orangtua. Tapi aku tetap takut untuk pulang

Maafkan anakmu ini bapak ibu, hanya bisa mendoakan disetiap solatku, supaya bapak ibu senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dalam bertugas, dimudahkan rejekinya, rejeki yang halal dan barokah,  dibukakan pintu hatinya untuk bisa menerima hal-hal yang baik menurutmu ya Allah.

Ya Allah, ampuni dosa-dosaku dan  dosa bapak ibuku, sayangilah mereka sebagaimna mereka menyayangiku, amin

Categories: Uncategorized
  1. ryn
    February 11, 2010 at 12:41 pm

    — ikut menitikkan airmata —
    haru lan….
    sperti merasakan juga, ga tau.. ‘sensitif’ bgt juga klo tentang ibu-bapak.. n kenal wulan.. jd tau sehati(walaupun ga persis).
    ah ga tau mau bilang apa…
    netes lagi ni🙂

    smgt lan!!

    • wulanekadalu
      February 14, 2010 at 4:10 pm

      semangaaatt!! terimakasih bu😉

  2. February 16, 2010 at 12:56 pm

    terharu bacanya🙂

    • wulanekadalu
      February 16, 2010 at 3:31 pm

      ayu,,,ia bu, masih suka bersalah bgt sama bapak ibu tp blm tahu harus menebus kesalahan itu seperti apa, semoga Alloh mengampuni dosa-dosaku, amin

  3. kartikarahmawati
    February 16, 2010 at 11:18 pm

    sama na.. sering banget ibu ini bikin pelangi d mataku..

    • wulanekadalu
      February 17, 2010 at 8:17 am

      maap bu, kalau untuk yang satu ini sensitif dan mungkin temen-temen bisa merasakan perasaanku juga jadinya T_T
      tapi pelangi di mata bu tika kek apa ya? blm pernah liat tu, dpoto dong klo pas ada pelanginya😛

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: