Home > resensi > Anne Frank

Anne Frank

Annelies Marie “Anne” Frank (12 Juni 1929 – Februari/Maret 1945) adalah seorang perempuan kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian ketika ia bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada Perang Dunia II. Setelah bersembunyi selama dua tahun, grup mereka dikhianati dan mereka dibawa ke kamp konsentrasi yang mengakibatkan seluruhnya tewas kecuali Otto, ayah Anne. Otto kembali ke Amsterdam dan dia menemukan buku harian anaknya. Karena yakin akan uniknya catatan tersebut, Otto berusaha mempublikasikannya.

Buku harian tersebut diberikan kepada Anne pada ulang tahunnya yang ketiga belas dan mencatat rentetan peristiwa-peristiwa kehidupan Anne dari 12 Juni 1942 hingga catatan terakhir pada 1 Agustus 1944. Akhirnya buku harian itu diterjemahkan dari bahasa Belanda ke berbagai bahasa dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Beberapa produksi teater dan film juga mengangkat tema diari ini. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang dewasa dan berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan sehari-hari yang mendalam di bawah pendudukan Nazi; melalui tulisannya, Anne Frank menjadi salah satu korban Holocaust yang paling banyak dibicarakan.

– sumber wikipedia-

Kisah ini yang memotivasi aku untuk menuliskan buku harian. Tahun 2007 waktu itu aku nonton film yang diangkat dari kisah nyata ini, DVD teman, pinjem. Film yang kurang menyenangkan, tapi entah aku kok tertarik, padahal temen-temen udah pada tidur.  Coba deh nonton!

Ternyata setelah menonton film itu menjadi titik balik hidupku dimulai dengan diari  jiah. Tapi sampai sekarang buku diariku belum habis-habis halamannya, emang jarang nulis sih.  Baru tuntas satu buku, itupun aku jaga baik-baik karena banyak hal-hal yang tidak layak dikonsumsi umum😀 . Belum bisa telaten menulis setiap hari apalagi klo dalam satu hari nothing special, haduh tambah bingung mau nulis apaan.

Diariku banyak membantu, apalagi pas jaman-jaman TA. Jadi tiap pagi aku bikin list jadwal hari itu mau ngapain aja, detail walaupun ga terlalu banyak point penting, tapi aku pikir penting sih, misal harus ketemu dosen jam xx:xx, cari buku di perpus, cari literatur di lab, hubungi si X tanya hal ini, ke lab ngerjain progress ini, detail.. iya ternyata saja memang suka hal-hal detail.

Nah malam harinya aku review lagi deh udah tercapai apa aja, kalau ga ya jadi pending item untuk hari berikutnya.

Intinya diari itu ajang mengungkapkan perasaan, lagi suka sama orang, sebel sama orang, lagi bahagia, bisa ditulis dan kalau dilihat-lihat lagi, dibaca-baca lagi lucu deh.  Menyalurkan bakat nulis juga lo🙂

Categories: resensi
  1. deta
    January 3, 2010 at 6:13 pm

    Yiha… eH lewat gugel ga sengaja ketemu catetannya jeng Dalu, ayo mB nulis terus… Jadi pengen juga, menulis tak sekedar menyalurkan emosi 😀

    • wulanekadalu
      January 4, 2010 at 7:08 am

      hihihii,,,bagu-bagu, sering-sering hit blog saya ya😀
      ayo kita menulis!!!!

  2. January 3, 2010 at 9:00 pm

    woke woke…nggih pun saya tunggu tulisannya dalam bentuk buku atawa novel😀

    • wulanekadalu
      January 11, 2010 at 7:33 am

      q.q.q. belum bisa nulis pakde, ini masih belajar😀

  3. January 4, 2010 at 10:56 pm

    wah..
    sekarang jadi rajin apdet…

    lanjutkan…lebih cepat lebih baik…

    • wulanekadalu
      January 11, 2010 at 7:34 am

      woke deh,,mari kita sama-sama update
      lebih cepat pasti lebih baik…

  4. January 5, 2010 at 8:50 pm

    diary…
    dulu pernah buat…
    berhubung tulisannya amburadul…..
    susah dibaca lagi…
    akhirnya lupa…
    hilang entah kemana…

    untung sekarang ada komputer…
    “tapi ngak seseru nulis tangan” lebih “gmane” gitu..

    • wulanekadalu
      January 11, 2010 at 7:36 am

      betul pak, nulis dikompi butuh mood extra, apalagi klo udah dirumah pulang kerja, males bgt mau nyalain laptop lagi.
      klo ada buku tinggal tulis aja, sesuai mood bahkan tulisannnya juga sesuai mood, bisa dicorat coret lagi,,,hahaha

  5. kartikarahmawati
    January 8, 2010 at 9:52 pm

    iya aku jadi inget… bu wulan punya buku catetan yang d bikin sendiri, seingetku warnanya kuning…
    dulu sebelum tidur aku sering liat bu wulan nulis d situ.. heheheh..

    jadi lucu inget pas itu… aku pingin ngikutin tapi ga konsisten lagi.. hehehhe

    • wulanekadalu
      January 11, 2010 at 7:37 am

      iye bu, nyang itu,, ini juga mulai ga konsisten lagi
      ayo nulis lagi,,buat refleksi diri sendiri juga😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: