Home > informasi > Klaim Tiket Kereta Api..cont’

Klaim Tiket Kereta Api..cont’

Tiket hilang diluar tanggung jawab PT.KAI.

Kurang lebih seperti itulah tulisan tata tertib yang terpampang diruang operator stasiun kereta api Gubeng Surabaya.

Dari awal saat masuk ke stasiun kita bertiga (aku,tika,keni.red) hanya membeli 2 tiket peron karena Keni mempunyai bukti print out/struk dari ATM MANDIRI yang akan ditukarkan tiket. Tapi nyata-nyata petugas kereta api menolak itu sebagai “TIKET” jadi terpaksa beli 1 tiket peron lagi. Jelas! Struk pembelian tiket dari ATM MANDIRI tidak sama dengan TIKET. Sesuai penolakan dari petugas pintu masuk stasiun kereta api Gubeng Surabaya itu sendiri.

Saat kita melaporkan berita kehilangan struk tiket atas nama teman saya, petugas operator yang waktu itu adalah bapak Setiawan Agus P (NIK 42119) memberi tahu kami pasal diatas bahwa Tiket hilang diluar tanggung jawab PT.KAI. Tapi kan struk dari ATM itu bukan tiket! Kami jadi bingung.

Bermodal notifikasi sms dari PT.KAI atas pembelian tiket yang kami maksut dan surat keterangan polisi bahwa memang telah terjadi kehilangan struk pembelian tiket kereta dan seditkit ngeyel kami ingin klaim atas tiket yang sudah dibeli. Tapi lagi-lagi bapak Agus tidak bisa memberi kepastian hanya saja kita diberikan opsi bahwa untuk keberangkatan besok akan diberikan semacam surat keterangan sebagai pengganti tiket untuk kerata api BIMA nomer gerbong 1 dan nomer kursi 6D yang memang setelah dicek atas nama teman saya. Akhirnya kita pulang menunggu kepastian besok.

Besoknya tanggal 31 Desember 2008, ijin pulang cepat saya langsung ke stasiun kereta api Gubeng untuk mengantarkan teman saya dan mengurusi tiket yang belum klir. Kali ini saya mencoba menemui bapak Kepala Stasiunnya langsung. Tapi sayang pintu menuju ruangan bapak KS lagi-lagi melewati ruang operator dan sayang lagi bapak KS sudah pulang. Padahal waktu itu baru jam 15.50 WIB, apa memang sudah waktunya pulang? Saya juga kurang tahu.

Kekhawatiran saya adalah: bagaimana kalau ternyata tempat duduk yang dimaksut sudah ada yang menempati? Tidak salah kalau nantinya saya curiga kalau orang itu pasti punya hubungan dengan orang yang mencuri atau menemukan struk tiket itu ditengah jalan dan ditukarkan. Tapi menurut keterangan bapak agus tidak mungkin ada perbedaan antara notifikasi sms dan tiket yang dicetak. Nyatanya kasus teman saya Keni notifikasi sms dan tiket yang sudah dicetak berbeda nomer tempat duduknya walaupun dengan nama yang sama : Angraeni Putri, aneh, tapi saat saya memberitahukan fakta tersebut bapak agus bilang “mana buktinya?” waktu itu saya tidak bisa menunjukkan buktinya karena Keni sudah diBandung, sekarang ini buktinya…..

jelas! gebong 4 nomer 9D

jelas! gebong 4 nomer 9D

Dan sms yang dikirimkan dari nomer XL 0818813897…. Ke nomer Keni bisa dicek langsung di sentral smsnya XL seperti ini:

INFO 13TYP: KA ARGOWILIS 30/12/08 SGU(07:30) – BDG(19:56) GRBNG 1 (10B) TARIF 307500, KODE PEMBAYARAN 0169926454006. MHN DIBAYARKAN VIA ATM MANDIRI MAX 3 JAM

Jelas kan, kalau memang terjadi perbedaan dan itu dasar kekhawatiran saya yang mungkin sedikit berlebihan, tapi sangat beralasan kan? GERBONG 1 (10B) jelas tidak sama dengan GERBONG 4 (9D) kan?

Janji dari pihak KAI pusat Bandung yang akan membantu saya untuk mengurus masalah ini tidak bisa diharapkan, keluhan yang saya ajukan melalui http://infoka.kereta-api.com/kontak/ direspon by phone oleh petugas KAI yang mengaku bernama Bapak Yanuar belum membuahkan hasil. Saya dihubungi dari nomer telepon +62224241370, namun sayang saat saya hubungi balik nomer telpon ini tidak bisa dihubungi karena selalu sibuk. Menurut keterangan bapak Yanuar tiket tersebut sudah bisa diklaim karena sudah ada kode booking dan minimal ada fotokopi tanda pengenal, tapi saat saya bilang seperti itu ke bapak Agus responnya seperti ini.

Pak agus: siapa yang bilang?dia ngerti ga sih aturan kereta api?sini saya mau ngomong sama dia

Dalu: ( lah, itu kan orang KAI juga, kok beda-beda persepsi gini. Pusing.) mungkin bisa konfirmasi ke Bandung pak.

Pak Agus: saya ga tau nomernya

Dalu: oh ini saya ada nomernya pak yang tadi hubungi saya

Pak Agus: saya ga punya pulsa (sambil mengeluarkan HP nokia N73-nya)

Dalu: pake nomer kantor aja pak

Pak agus: ini ga bisa telpon interlokal

Dalu: (melas banget) sebentar pak saya coba dari hp saya, tapi tut tut tut lagi

Akhirnya bapak agus memberikan surat keterangan untuk teman saya agar bisa menempati tempat duduk sesuai yang dia pesan, dan kami hanya bisa berdoa semoga tempat tersebut tidak ada yang menempati. Alhamdulilah tempat duduk tersebut tidak ada yang menempati dan teman saya bisa pulang lagi ke Jakarta.

Tapi saya sudah terlanjur capek, terlanjur kecewa akan layanan PT.KAI.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari kejadian ini, dan juga banyak sekali pertanyaan saya tentang kualitas pelayanan umum di Indonesia. Mungkin PT.KAI belum siap untuk menerapkan system baru untuk pembelian tiket online, belum siap dengan kasus-kasus yang mungkin terjadi, bisnis prosesnya bagaimana. Dan apa gunanya sms notifikasi apa ya? Surat keterangan kehilangan dari kepolisian juga masih kurang. Kalau memang struk pembayaran ATM hilang apa itu juga berarti tiket hilang? Apa saya harus minta bantuan YLKI untuk kasus klaim tiket seperti ini? Apa ini juga bisa dibantu oleh YLKI? Huff,,,terlanjur capek.

mending gambling tiket pesawat ke Jakarta naik citilink cuma 400rb, cepet nyampe, pelayanan ya lumayan lah. mahal banget tiket kreta pelayanan biasa aja.

  1. nuradinugroho
    January 5, 2009 at 7:39 pm

    Hidup citilink..!!! hehehe, jd ksampaian bu keinginanq diatas awan.meskipun gk bs d puncak mahameru, te2p msh bs diatas awan,hehehe..n_n. Dalu keep smile ya sister…n_n

  2. Ibnu Sutomo
    September 22, 2009 at 7:00 pm

    bingung nich, jadwal kereta api dari banyuwangi trs ke semarang…habis naik kereta mutiara timur ke sby sampai sana subuh trs sambung pakai kereta apa ya…ada bs bantu…mksh

    • wulanekadalu
      September 22, 2009 at 8:55 pm

      mungkin bisa ditanyakan ke call centernya KAI saja, maap kurang paham ttg jadwal kreta ke semarang🙂

  3. sybro
    March 9, 2011 at 7:27 pm

    saya juga males banget naik kereta. seolah2 mereka itu gak siap dengan perkembangan saat ini. dari harga juga gak kompetitif untuk fasilitas seperti itu dan lamanya perjalanan. petugasnya juga yah bisa dibilang “begitu lah” semua orang tau bagaimana pegawai bumn di indonesia. seolah2 kita yang melayani mereka, bukan mereka yang melayani konsumen.saya juga dari dulu selalu menggunakan pesawat, mengorbankan harga lebih mahal namun dengan pelayanan yang prima, dan yang terpenting gak makan waktu di jalan.

    • wulanekadalu
      March 10, 2011 at 8:15 am

      waduh jgn pukul rata pegawai BUMN bos, saya jg pegawai BUMN nih hehe
      tp sebenernya tergantung kebutuhan mau memilih transportasi yg mana, kalau sedang tidak diburu waktu saya lebih suka naik kereta api, soalnya bisa sambil baca buku, jd bisa menuntaskan utang buku2 yg blm kebaca drumah

  1. January 12, 2009 at 7:51 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: